Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam Pungging

KH. Ahmad SIddiq, SE., MM (Pengasuh) berada di pelataran Masjid Nabawi

Pondok Pesantren Nurul Islam Pungging

Bangunan Asrama Putra yang didesign oleh Pengasuh dengan gaya arsitek modern

Dewan Guru Pondok Pesantren Nurul Islam Pungging

Dewan guru dan asatidz Pondok Pesantren Nurul Islam di depan ndalem dengan memakai seragam keki

Brifing Pengasuh Kepada Peserta Gerak Jalan

Arahan serta motivasi Pengasuh kepada regu gerak jalan MA, SMK UBP, dan MTs Nurul Islam agar tetap mempertahankan kejuaraannya di lomba gerak jalan kecamatan Pungging

Pondok Pesantren Nurul Islam Pungging

Bangunan Masjid yang didesign oleh Pengasuh dengan gaya arsitek modern

Jumat, 27 November 2015

MUHAMMAD IBNU TARKHAN IBNU AUZALAGH (AL-FARABI)


Nama lengkapnya Abu Nashr Muhammad ibnu Muhammad ibnu Tarkhan ibnu Auzalagh. Di kalangan orang-orang latin  abad tengah, Al-farabi lebih dikenal dengan Abu Nashr (Abunaser). Ia lahir di wasij, distrik farab (sekarang dikenal dengan kota atrar), Turkistan pada 257 H (870 M). Ayahnya seorang jendral berkebangsaan persia dan ibunya berkebangsaaan turki. Pada waktu madunya, Al-farabi pernah belajar bahasa dan sastra arab di baghdad kepada abu dakar As-saraj, dan logika sarta filsafat epada Abu Basyr Mattitus ibnu yunus, seorang kristen nestorian yang banyak menerjemahkan filsafat  nestorian yang banyak menerjemahkan filsafat Yunani, dan juga belajar kepada yuhana ibnu hailam.kemudian, ia pindah ke harran, pusat kebudayaan yunani diasia kecil, dan berguru kepada yuhana ibnu jilad. Tidak berapa lama, ia kembali ke baghdad untuk memperdalam filsafat. Ia menetap di kota ini selama 20 tahun. Di baghdad ini, ia menulis dan membuat ulasan terhadap buku-buku filsafat yunani dan mengajarkan kepada murid-muridnya. Di antara muridnya yang terkenal adalah yahya ibnu ‘Adi, filsuf kristen.  
            
Pada tahun 330 H (945 M), ia pindah ke damaskus, dan berkenalan dengan saif Al-Hamdani, sultan dinasti hamdan di aleppo. Sultan memberinya kedudukan sebagai seorang ulama istana dengan tunjangan yang besar sekali, tatapi al-farabi lebih memilih hidup sedarhana (zuhud dan tida tertarik dengn kemewahan dan kekayaan).ia hanya mamerlukan empat dirham sehari untuk sekedar memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Hal yang menggembirakan al-farabi di tempat ini adalah bertemu dengan para sastrawan, penyair, ahli bahasa, ahli fiqh, dan kaum cendikiawan lainnya.

Konon, kegemaran membaca dan menulisnya sering dilakukannya dibawah sinar lampu sepanjang malam. Adapun sisa tunjangan jabatan yang diterimanya, dibagi-bagikan kepada fakir-miskin dan amal sosial di aleppo dan damaskus. Lebih kurang 10 tahun Al-farabi hidup di dua kota itu secara berpindah-pindah. Akan tetapi, hubungan penguasa  kedua kota ini semakin memburuk sehingga saif addaulah menyerbu kota damaskus yang kemudian dapat dikuasai. Dalam penyerbuan ini, al-farabi diikut sertakan. Pada bulan desember 950 M,al farabi meninggal di damaskus dalam usia 80 tahun. Al-farabi yang dikenal sebagai filsuf islam terbesar, memiliki keahlian dalam bidang keilmuan dan memandang filsafat secara utuh dan menyeluruh serta mengupasnya dengan sempurna. Itulah sebabnya, filsuf yang sesudahnya, seperti ibnu sina dan ibnu rosid banyak mengambil dan mengupas sistem filsafatnya. pandangannya mengenai filsafatnya, terbukti dengan usahanya untuk mengakhiri kontradiksi pemikira plato dengan aristoteles lewat risalahnya al jam’u baina ra’yay al hakimain aflatun wa aristhu. Ada riwayat yang menyebutkan bahwa ibnu sina telah membaca 40 kali buku metafisika karangan aristoteles, bahkan hampir seluruh isi buku itu dihafalnya, tetapi belum dipahaminya. Baru;ah ibnu sina memahami benar filsafat aristoteles setelah membaca buku al farabi, Tahqiq Ghardh Aristhu Fi Kitab ma Ba’da Ath – Thabi’ah yang menjelaskan tujuan dan maksud metafisika aristoteles. Pengetahuannya yang mendalam mengenai filsafat yunani, terutama plato dan aristoteles, yang dijuluki Al Mu’allim Ats-Tsani (guru kedua), sedangkan Al Mu’allim Ats-Awwal (guru pertama) adalah aristoteles.

MUHAMMAD IBN YA’KUB IBN MISKAWAIH


Nama lengkapnya adalah Abu Ahli Ahmad ibn Muhammad ibn Ya’kup ibn Miskawaih.  Ia lahir dikota Ray (Iran) pada 320 H (932 M) dan wafat di Asfahan pada 9 safar 421 H (16 februari 1030 M ).  Ia belajar sejarah kepada Abu Bakar Ahmad ibn Kamil Al-Qadhi (350/960) tentang buku Tarikh Ath-Thabari dan belajar filsafat kepada ibn Al-Khommar, seorang komentator terkenal mengenai filsafat Aristoteles.
Ibn Miskawaih, dikenal sebagai bapak etika Islam. Ia telah merumuskan dasar-dasar etika dalam kitabnya Tahdzib Al-Akhlaq wa Tathir Al-A’raq (pendidikan bersih dan pembersihan akhlaq).  Sementara, sumber filsafat etika ibn Miskawaih berasal dari filsafat Yunani, peradaban Persia, ajaran syariat islam, dan pengalaman peribadi.

 Ibn Miskawaih, seorang pengkaji dan sejarawan muslim, adalah salah seorang filsuf muslim yang karya populernya Tahdzib mengundang kontroversial.  Ia disebut-sebut sebagai tokoh filsafat etika islam yang kritis-analitis, namun disisi lain, ia dianggap sebagai seorang filsuf yang memplagiat karya-karya Yunani, sepert pembahasannya tentang jiwa, yang banyak kesamaan dengan Neoplatonisme, juga mengenai kebahagiaan, kebaikan, dan keadilan yang tek terlalu berbeda dengan Plato dan Aristoteles, Galem, dan lain-lain, kemudian merakit seluruh pengarang yang berbeda ini dalam suatu teks tertentu.

IMAM GHAZALI



Nama lengkap beliau adalah Abu Hamid ibn Muhammad ibn Ahmad Al-Ghazali, diberi gelar hujjah Al-Islam.  Ia lahir di Thus, bagian dari kota khurasan Iran pada 450 H (1059 M).  Ayanya tergolong orang yang hidup sangat sederhana sebagai pemental benang, tetapi mempunyai semangat keagamaan yang sangat tinggi.  Hal ini terlihat dari simpatinya kepada ulama’ , dan mengharapkan anaknya menjadi  ulama’ yang selalu memberikan nasehat kepada manusia.  Itulah sebabnya , sebelum wafat, ia menitipkan anaknya, Al-Ghazali dan saudaranya Ahmad yang saat itu masih kecil kepada ahli tasawuf untuk mendapatkan didikan dan bimbingan.  Di perkirakan Al-Ghazali hidup dalam suasana kesederhanaan sufi tersebut sampai usia 15 tahun (450-465 H).
Pada tahun 488 H (1095 M), Al-Ghazali dilanda keragu-raguan, skeptis, terhadap ilmu-ilmu yang dipelajarinya (hukum, teologi, dan filsafat) kegunaan pekerjaannya, dan karya-karya yang dihasilkannya sehingga ia menderita penyakit selama dua bulan dan sulit diobati.  Oleh karena itu, Al-Ghazali tidak dapat menjalankan tugasnya sebagai guru besar di Madrasah Nizhamiyah.  Akhirnya ia meninggalkan Baghdad menuju kota Damaskus.  Selama kira-kira dua tahun dikota ini, Al-Ghozali melakukan uzlah, riyadhah, dan mujahadah.  Kemudian ia pindah kebait Al-Maqdis Palestina untuk melaksanakan  ibadah serupa.  Setelah itu, ia tergerak hatinya untuk menunaikan ibadah haji dan menziarahi makam rosulullah.  Sepulang dari tanah suci, Al-Ghazali mengunjungi kota kelahirannya Thus dan disinipun, ia tetap berkhalwat.  Keadaan skeptic Al-Ghazali berlangsung selama sepuluh tahun.  Pada periode itulah ia menulis karya terbesar Ihya’ Ulum Ad-din (menghidupkan kembali ilmu-ilmu agama)
  Al-Ghazali senantiasa menjadi fokus pembicaraan dan sorotan, baik yang bernada pro maupun kontra.  Di satu pihak, Al-Ghazali dipandang sebagai pembela islam.  Dipihak lain, Al-Ghazali dipandang sebagai penghambat kemajuan pemikiran umat islam.  Hal ini karena karya Tahafut Al-Falasifah mengakibatkan filsafat islam tidak lagi muncul didunia islam.  Ditambah lagi dengan Tasawufnya yang lebih mengutamakan aspek rasa dan kasuf dari pada pemikiran yang rasional kritis.

Delapan puluh sesudah wafat Al-Ghazali, lahir seorang filsuf muslim didunia barat, bernama ibn Rusyd, berusaha untuk menjawab kritikan Al-Ghazali terhadap filsafat dalam bukunya Tahafut Al-Falasifah. Ia juga memberikan pembahasan yang mendalam antara hubungan antara agama dan filsafat.  Disamping itu, ia belajar ilmu fiqh, ilmu pasti, dan ilmu kedokteran di Svilla kemudian berhenti dan pulang ke Cordova untuk melakukan studi, penelitian, membaca buku, dan menulis.

Jumat, 20 November 2015

Pelantikan Pengurus Putra PP Nurul Islam Pungging Mojokerto

Pergantian Pengurus putra Pondok Pesantren Nurul Islam telah dilaksanakan pada :
Tanggal : 14 Desamber 2015
Jam        : 20.00 s/d 21.30 WIB
Tempat  : Halaman Pondok Pesantren Nurul Islam Pungging Mojokerto
yang di hadiri oleh seluruh dewan guru dan puluhan alumni PP. Nurul Islam Pugging Mojokerto.

Sebut M. Ikhya' Ulumuddin Al Hikam ketua Pengurus baru masa khidmat 2015-2016, santri senior yang dipercayai, dianggap mampu menjadi pimpinan tertinggi di kepengurusan Pondok Pesantren Putra Nurul Islam Pungging Mojokerto dan juga banyak prestasi yang diraihnya, diantaranya :
  1. Juara II Lomba Pidato Bahasa Arab Se-Kabupaten
  2. Juara I Lomba Pidato Bahasa Arab Se-KKM Mojosari
  3. Juara III Lomba Pidato Bahasa Arab Se-Jawatimur
  4. Juara II Lomba Festival Al Banjari Se-Jawatimur
  5. Juara I Lomba Festival Al Banjari Se-Kabupaten
  6. Juara II Lomba Festival Al Banjari Se-Kabupaten
  7. Juara II Lomba Festival Al Banjari Se-Kecamatan
  8. Juara II Lomba Festival Al Banjari Se-Kecamatan
  9. Juara Harapan I Seni Qiro'ah Se-KKM Mojosari
Empat pengurus inti beserta lima bidang akan membantu kinerja pengasuh dalam meendidik dan mengayomi santri diantaranya yaitu :
Ketua :
M. Ikhya' Ulumuddin Al Hikam
Wakil :
Robbi Maulana
Sekretaris :
1. Rizal Al Farizi
2. M. Subiantoro
Bendahara :
1. M. Syafiulloh Al Ghuror
2. M. Al Amin
Bidang Sarana :
1. Wiwi Suprayitno (Koordinator)
2. M. Adam Nurulloh
3. Febri Cahyono
4. A. Haikiki Khoirul Anwar
Bidang Keamanan dan Ketertiban (BIDKAMTIB) :
1. A. Taufik (Koordinator)
2. M. Ziki Bagus Setiawan
3. M. Ilham Muzakki
4. Yusuf Muhammad Zaid
5. M. Syafiuddin Zuhri
6. M. Fatchur Rohman
Pendidikan dan Dakwah (PENDAK) :
1. A. Fauzi (Koordinator)
2. M. Ikmaluddin
3. Yusril Fahmi
4. M. Masrukhan
Bidang Pertamanan dan Kebersihan (PERKEB) :
1. M. Dzul Fadli (Koordinator)
2. M. Purwanto
3. Rahmat Sugianto
4. Doni Andriansyah
Bidang Kesehatan :
1. M. As'ad Samsul Arifin (Koordinator)
2. A. Dikvi Khoiri
3. Aji Rizki Agung
4. Fiki Firmansyah.

Demikian PP. Nurul Islam semoga semakin maju dan bisa mencetak kader-kader yang mampu memberikan inisiator dan motivator terhadap muslimin. amin.

Kamis, 14 Juni 2012

Ziarah Wali Keluarga Besar Pondok Pesantren Nurul Islam


Tanggal 17 Juni 2012, Keluarga besar Nurul Islam akan melaksanakan tour / ziarah ke Makam Wali-wali di Jawa timur. Perjalanan Tour ziarah ini memakan waktu seharian penuh. berangkat pagi dan insyaallah pulang pagi juga keesokan harinya. Tujuan yang akan kami tuju adalah sebanyak 10 makam, diantaranya adalah dari yang terdekat yaitu Makan Syech Jumadil Qubro yang terletak di Trowulan Mojokerto. Biasa di sebut Makam troloyo karena letak desa makam tersebut adalah Troloyo. Selanjutnya akan di lanjutkan ke makam salah satu mantan presiden kita di Jombang yang akrab kita sapa Gus Dur. Nama lengkap beliau KH. Abdurrahman wahid seorang guru besar di kalangan para ulama' dan cendekiawan di indonesia. cerita selanjutnya akan di sambung nanti. maaf ya....

Jumat, 27 April 2012

Profil, Visi, Misi, dan Tujuan MTs NURIS

Madrasah Tsanawiyah Nurul Islam Pungging Mojokerto
Logo Madrasah Tsanawiyah Nurul Islam

PROFILE
Madrasah Tsanawiyah Nurul Islam Pungging Mojokerto didirikan pada Tahun 2010 berbarengan dengen 3 lembaga lainnya yang dibawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Nurul Islam Pungging Mojokerto. Dengan rintisan awal pada kelas tujuh, siswa pada MTs NURIS ini adalah 30 siswa dengan jumlah pengajar atau guru sebanyak 16 pengajar.
MTs. Nurul Islam di kepalai langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam sendiri. yaitu K. Ahmad Siddiq, S.E. dan wakilnya adalah Fathul Yazid, S.Ag.,M.Pd (Wakamad Kurikulum), Abdul Majid S.Pd (Wakamad Kesiswaan), Abdul Shohib, S.Ag (Wakamad Sarana Prasarana), Sri Supriatin S.Pd (Wakamad Humas). Karena pada tahun ini merupakan tahun pertama atau rintisan, jumlah pengajar tidak banyak. Tetapi antusias dan semangat para pengajar sangatlah besar. Wali kelas di pegang oleh Bu Febriyanti, S.Pd.

VISI

"TERWUJUDNYA GENERASI ISLAM YANG TERAMPIL, BERAHLAQUL KARIMAH DAN UNGGUL DALAM PRESTASI"

MISI
  1. Mengembangkan madrasah yang berkultur Islami
  2. Menciptakan pola pembinaan integratif yang memungkinkan peserta didik tumbuh dengan watak kreatif, terampil, mandiri, dedikatif, sekaligus religius.
  3. Menciptakan sistem pembelajaran yang efektif yang memungkinkan siswa meraih prestasi di bidang akademik maupun non-akademik.
  4. Menumbuhkan semangat kebersamaan di antara warga madarasah dalam rangka menjaga kelangsungan dan kemajuan almamaternya.
  5. Menciptakan lingkungan madrasah yang bersih, tertib, indah dan asri dengan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai dan berkelayakan.

TUJUAN PENDIDIKAN MADRASAH

  1. Meningkatkan kultur dan pola hidup yang Islami di lingkungan madrasah
  2. Siswa memiliki perilaku yang baik didasari pada Iman dan Taqwa, Berbudi pekerti yang luhur, disiplin dan kepedulian sosial yang tinggi, mampu Berkompetisi dalam mengembangkan logika, praktika, estetika, dan etika terhadap sekolah lain.
  3. Membekali peserta didik dalam mengkaji kitab kuning sebagai sumber ilmu pengetahuan dan kaidah hukum yang haluan ahlusunah wal jamaanh.
  4. Membekali peserta didik agar memiliki ketrampilan berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi, Berbahasa Inggris aktif serta mampu mengembangkan diri secara mandiri.
  5. Membekali peserta didik dengan keterampilan menjahit dan yang lain yang berbasis keunggulan lokal.
  6. Membekali IPTEK dan IMTAQ agar mampu bersaing dan mampu melanjutkan kejenjang pendidikan yang lebih tinggi, Berbudi pekerti yang luhur, disiplin dan mempunyai kepedulian sosial yang tinggi.
  7. Memiliki SDM Pendidik dan tenaga Kependidikan Berkualiatas dan kultur madrasah yang demokratis,proporsional dan profesional sehingga tumbuh budaya mutu.

Profil, Visi, Misi, dan Tujuan MA NURIS

Madrasah Aliyah Nurul Islam Pungging Mojokerto
Logo Madrasah Aliyah Nurul Islam

POFILE
Madrasah Aliyah Nurul Islam Pungging Mojokerto didirikan pada Tahun 2010 berbarengan dengen 3 lembaga lainnya yang dibawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Nurul Islam Pungging Mojokerto yaitu Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Diniyah dan Pondok Pesantren. Dengan rintisan awal pada kelas sepuluh, siswa pada MA NURIS ini adalah 30 siswa dengan jumlah pengajar atau guru sebanyak 16 pengajar.

MA. Nurul Islam di kepalai langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam sendiri. yaitu K. Ahmad Siddiq, S.E. dan beberapa wakilnya adalah Drs. Muhammad Jamil, MM (Wakamad Kurikulum), Abdul Majid S.Pd (Wakamad Kesiswaan), Drs. Munawar Purnomo putra (Wakamad Sarana Prasarana), Muhammad Sahlan S.Ag.S.Pd (Wakamad Humas). Karena pada tahun ini merupakan tahun pertama atau rintisan, jumlah pengajar tidak banyak. Tetapi antusias dan semangat para pengajar sangatlah besar. Wali kelas di pegang oleh Bu Febriyanti, S.Pd.

VISI
Madrasah pelopor IMTAQ dan IPTEK, teladan dalam pergaulan, dan unggul dalam prestasi

MISI
  1. Melaksanakan Proses Belajar Mengajar yang logis, kritis, terukur dan berorentasi problem solver
  2. Memberi suri tauladan (Uswah Hasanah) dalam sikap dan perilaku kehidupan sehari-hari;
  3. Menerapkan nilai-nilai keagamaan dalam seluruh aspek kegiatan;
  4. Melaksanakan pembinaan kedisiplinan dan keharmonisan warga madrasah;
  5. Melaksanakan kewajiban dengan senang hati dan lillahita’ala.

TUJUAN
  1. Terciptanya warga Madrasah yang disiplin dan berdedikasi.
  2. Terciptanya Proses Belajar Mengajar yang Efektif dan Efisien.
  3. Meningkatnya prestasi Madrasah dan Belajar Siswa.
  4. Tercapainya suasana yang harmonis-Islami antara warga Madrasah dan dengan lingkungannya.
  5. Terciptanya tamatan yang bisa diterima dilembaga pendidikan favorit dan masyarakat lingkungannya

CIRI KHUSUS MADRASAH
  1. Madrasah Aliyah (MA) Nurul Islam  adalah Islamic Boarding School (sekolah Islam berasrama), yang mengkombinasikan antara sistem sekolah dan pesantren, antara pendidikan IPTEK dan pembinaan IMTAQ.
  2. Kurikulum MA Nurul Islam adalah Kurikulum MA Plus, yang terdiri dari:a. Kurikulum SMA/MA (ilmu umum) secara penuh
  3. Kurikulum Pondok Pesantren (ilmu agama dan bahasa Arab)
  4. Bahasa Arab dan bahasa Inggris diusahakan menjadi bahasa percakapan harian dan bahasa pengantar pembelajaran ilmu-ilmu agama (bahasa Arab) dan sebagian ilmu umum (bahasa Inggris).
    Siswa mendapatkan pembinaan selama 24 jam (disekolah dan didalam pesantren) dalam berbagai aktifitas pengembangan diri, baik keagamaan, kegiatan ekstra-kurikuler, kedisiplinan, kepemimpinan, kemandirian, dan ukhuwah Islamiyah.

Rabu, 11 Mei 2011

SALAH SATU PRESTASI NURIS

Alhamdulillah, perjuangan saya tidak sia-sia.” kata sang juara III Olimpiade Matematika dan Potensi Akademik ini.
Tak salah lagi, kini Pondok Pesantren Nurul Islam(PP.NURIS) ini menorehkan pres tasi di bidang  akademik. Pada hari Sabtu tanggal 7 Mei 2011 terselenggara Olimpiade Matematika dan Potensi akademik (Mathematic competition plus Tes Potensi Akademik)  di MAN MOJOSARI yang bekerja sama dengan Lembaga Pendidikan Primagama Cabang Mojosari. Pada acara MAN MOJOSARI ONE DAY OVERVIEW 2011 ini ditujukan bagi para siswa/siswi  tingkat SMP/MTs sederajat se-kabupaten Mojokerto.
Yang mewakili dalam partisipasi acara ini dari PP.NURIS adalah beberapa   dari siswi-siswi MTs. Nurul islam . Yaitu Riki Rani Rara Sakawuni dan Risalatul Mufidah. Tak disangka-sangka salah satu dari mereka menyabet juara III dalam olimpiade ini. Memang  acara ini diadakan secara dadakan dengan maksud/tujuan, juara-juara yang nantinya terpilih adalah pilihan yang mempunyai kekayaan ilmu dalam bidang matematika.
Kedua sosok siswi yang berprestasi ini merupakan suri tauladhan bagi yang lain. Karena kata sang juara ini “Memang manfaat dari ilmu yang kita pelajari ini tidak langsung terasa, di kehidupan kelaklah yang akan memberi manfaat tersendiri bagi kita”. Begitulah kerendahaan para santri NURIS bila menorehkan prestasi. Patut kita contoh dan sebagai semangat dalam dunia pendidikan seperti ini.
Semoga waktu demi waktu PP. NURIS dapat menorehkan prestasi dalam dunia pendidikan di tingkat regional maupun nasional. Amin…..

PENGAJIAN AHAD PON

Kicauan burung meramaikan nuansa di pagi yang angin berembus semilir menyejukkan dengan diiringi mentari yang mengintip malu-malu di ufuk timur, Ahad pagi 10 April 2011. Saat-saat yang telah ditunggu-tunggu oleh semua santri Pondok pesantren Nurul Islam (PP Nuris). Hari ini akan diadakan pengajian rutin Ahad Pon di Masjid Babussalam Jabon tegal Pungging Mojokerto.
Seperti biasa acara dimulai pukul 07.00 dengan seruan sholawat yang di iringi banjari. ditambah alunan suara para santri yang menambah semangat memeriahkan acara ini. Dilanjutkan pukul 09.00 WIB dengan  sholat dhuha yang langsung di pimpin(imam) oleh K.Ahmad siddiq.
Berbeda dengan biasanya bahawa agenda pada hari ini ditambah dengan agenda rapat dan sosialialisasi Penerimaan Santri Baru Pondok Pesantren Nurul Islam. Sesuai dengan yang dihaturkan oleh pengasuh bahwa PP Nuris siap menerima santri baru untuk MTs. MA. Dan MI. tapi untuk MI minimal sudah kelas 3 atau setara dengan kelas 3 SD.
Acara ahad pon kali ini di hadiri beberapa asatidz yang berkiprah mencerdaskan santri-santriwati PP. Nurul Islam yaitu di antaranya Ust. Drs. Muhammad Jamil, MM., Habib Abu bakar Assegaf, Ust. Abdul Kafi, Lc., Ust. Pujiyatno Muhammad, Lc. Ust. Adam Muhammad Hata, Ust.M. Basri Musthofa, Ust. Ahmad Syaifulloh. Berikut adalah tuturan masing-masing amanah beliau.
Ust. Drs. Muhammad Jamil, MM.
(Alumni S2 UNAIR Surabaya)
Berpesan bahwa;
“Pendidikan di indonesia ini tidak seperti yang diharapkan pada awalnya yaitu menciptakan kader yang cerdas dalam intelegensi dan perilaku. Metode pendidikan yang di sajikan di PP NURIS sangatlah sesuai. Yaitu pendidikan berbasis pesantren.”
Ust. Abdul Kafi, Lc.
(Alumni Makkah, Hijaz Arab Saudi)
Beliau menuturkan bahwa;
“Dengan bergabungnya dalam Pendidikan di PP Nuris merasa bangga. Karena menurut pengalaman sukses yang sudah di perolehnya yaitu Mentri Agama Yai Tholhah Hasan yang merupakan rektor UNISMA dan PP Alma’arif. Dulunya beliau menuntut ilmu di pondok yang memprihatinkan, sehingga seperti sekarang beliau sukses. Inti yang dapat kita ambil dari sini seperti peribahasa “berakit-rakit kehulu berenang-renang ketepian, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian”.
Ust. Pujiyatno Muhammad,Lc.
(Alumni Damaskus Syria)
“Untuk alumni PP Nuris yang sudah memenuhi kriteria persyaratan dalam study di Syiria, beliau sanggup membantu dalam akomodasinya. Karena beliau merupakan salah satu kordinator di Indonesia untuk belajar di luar negeri. Pada tahun ini dan tahun mendatang tersedia 27 kuota mahasiswa beasiswa yang dikirim ke Syiria.”
Ust. Adam Muhammad Hata,
(Alumni PP. Darul Ulum Jombang)
“berbangga lah punya kiyai seperti Yai Siddiq ini. Beliau sesosok yang patut kita contoh, cerdas, inovatif dan bisa apa saja dalam dunia pendidikan”.
Ust.M. Basri Musthofa
(Alumni PP. Lirboyo Kediri)
“setelah lulus dari pondok ini ingat 2 hal, pertama niat melarat dan selalu ngadep dampar. Maksudnya hidup ini tidak selamanya seperti yang  sudah kita rencanakan, jadi bila dalam kehidupan nanti kita miskin dalam materi kita tidak perlu mengeluh dan harus selalu membuat pelajaran di setiap kehidupan dan pengalaman yang telah kita alami”.
Ust. Ahmad Syaifulloh
(Alumni PP. Lirboyo Kediri)
“Sebaiknya para santri berbesar hati, karena kedepannya di PP Nuris Ini mempunyai program yang besar dan terlebih lagi mempunyai pengasuh yang ahli export- impor (maksudnya mengimport ustadz dari luar dan export santri ke luar negeri). Saya jadi ingat apa yang menjadi pokok keberhasilan dalam mencari ilmu. Yaitu “supoyo santri ngasilno elmu tur nafek, kudu duweni mempeng 3 yoiku 1 mempeng wong tuwane, 2 mempeng santrine lan 3 mempeng gurune”
Ust. Ahcmad Mu’alimin
(Alumni PP.Lirboyo Kediri)
“Tidak lain tujuan didirikannya pondok pesantren ini adalah menjadikan sampean-sampean semua ini (santri) bisa bermanfaat bagi masyarakat Islam lainnya. Jadi dalam hal apapun dan sekecil apapun ilmu yang diperoleh di sini jangan anggap sepele, pelajarilah dengan sungguh-sungguh. PP. Nuris yang mempunyai program besar ini dimaksudkan agar bila menjadi alumni pada saatnya nanti, yang di rekrut adalah sampean semua ini”.

SURAT KEPUTUSAN(SK) YAYASAN

Alhamdulillahirrobbil‘alamin, puji syukur yang memang pantas kita haturkan setiap saat. Dimana rahmat, taufiq dan hidayah-Nya selalu terlimpahkan kepada kita. Sehingga perjuangan sekecil apapun di pendirian Pondok Pesantren ini telah berjalan dengan yang kita inginkan.
Pada tanggal 24 Februari 2011 sekitar jam 13.00 WIB kami berangkat ke Mojosari. Di Notaris ABDUL ROZAQ.SH tepatnya kami percayakan dalam pembuatan Akta Yayasan Pondok Pesantren Nurul Islam Pungging Mojokerto(YPPIPM). Dalam Akta tersebut bidang pendidikan yang akan kami bina langsung cukup lengkap. Diantaranya mulai PAUD, TK, SD, MI, SMP, MTs, MA, SMA, SMK, Madrasah diniyah dan Perguruan Tinggi. Memang kami sengaja membawahi banyak lembaga pendidikan sesuai yang tercantum tersebut, karena cita-cita kami adalah memaksimalkan pengabdian kami kepada masyarakat khususnya untuk Umat Islam.
Pengurusan Badan Hukum Yayasan Pondok Pesantren Nurul Islam ke Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia (MENKUM-HAM)  selanjutnya dipercayakan kepada Notaris Abdul Rozaq, SH.
Berikut adalah susunan pengurus yayasan :
I. Dewan Pembina    :   
1.    A. Khayat
2.    Siti Fatonah
II. Pengurus Harian    :    
1.     Ketua    : K. A. SIDDIQ, SE.
2.     Sekretaris    : Iman Nuvi Alfian BU, A. Md.
3.     Bendahara    : Muhammad Ikhsan, S.Kom.
III. Dewan Pengawas    :    
1.     Abu Bakar Assegaf
2.     Ir. Faisol