Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam Pungging

KH. Ahmad SIddiq, SE., MM (Pengasuh) berada di pelataran Masjid Nabawi

Pondok Pesantren Nurul Islam Pungging

Bangunan Asrama Putra yang didesign oleh Pengasuh dengan gaya arsitek modern

Dewan Guru Pondok Pesantren Nurul Islam Pungging

Dewan guru dan asatidz Pondok Pesantren Nurul Islam di depan ndalem dengan memakai seragam keki

Brifing Pengasuh Kepada Peserta Gerak Jalan

Arahan serta motivasi Pengasuh kepada regu gerak jalan MA, SMK UBP, dan MTs Nurul Islam agar tetap mempertahankan kejuaraannya di lomba gerak jalan kecamatan Pungging

Pondok Pesantren Nurul Islam Pungging

Bangunan Masjid yang didesign oleh Pengasuh dengan gaya arsitek modern

Jumat, 27 November 2015

IMAM GHAZALI



Nama lengkap beliau adalah Abu Hamid ibn Muhammad ibn Ahmad Al-Ghazali, diberi gelar hujjah Al-Islam.  Ia lahir di Thus, bagian dari kota khurasan Iran pada 450 H (1059 M).  Ayanya tergolong orang yang hidup sangat sederhana sebagai pemental benang, tetapi mempunyai semangat keagamaan yang sangat tinggi.  Hal ini terlihat dari simpatinya kepada ulama’ , dan mengharapkan anaknya menjadi  ulama’ yang selalu memberikan nasehat kepada manusia.  Itulah sebabnya , sebelum wafat, ia menitipkan anaknya, Al-Ghazali dan saudaranya Ahmad yang saat itu masih kecil kepada ahli tasawuf untuk mendapatkan didikan dan bimbingan.  Di perkirakan Al-Ghazali hidup dalam suasana kesederhanaan sufi tersebut sampai usia 15 tahun (450-465 H).
Pada tahun 488 H (1095 M), Al-Ghazali dilanda keragu-raguan, skeptis, terhadap ilmu-ilmu yang dipelajarinya (hukum, teologi, dan filsafat) kegunaan pekerjaannya, dan karya-karya yang dihasilkannya sehingga ia menderita penyakit selama dua bulan dan sulit diobati.  Oleh karena itu, Al-Ghazali tidak dapat menjalankan tugasnya sebagai guru besar di Madrasah Nizhamiyah.  Akhirnya ia meninggalkan Baghdad menuju kota Damaskus.  Selama kira-kira dua tahun dikota ini, Al-Ghozali melakukan uzlah, riyadhah, dan mujahadah.  Kemudian ia pindah kebait Al-Maqdis Palestina untuk melaksanakan  ibadah serupa.  Setelah itu, ia tergerak hatinya untuk menunaikan ibadah haji dan menziarahi makam rosulullah.  Sepulang dari tanah suci, Al-Ghazali mengunjungi kota kelahirannya Thus dan disinipun, ia tetap berkhalwat.  Keadaan skeptic Al-Ghazali berlangsung selama sepuluh tahun.  Pada periode itulah ia menulis karya terbesar Ihya’ Ulum Ad-din (menghidupkan kembali ilmu-ilmu agama)
  Al-Ghazali senantiasa menjadi fokus pembicaraan dan sorotan, baik yang bernada pro maupun kontra.  Di satu pihak, Al-Ghazali dipandang sebagai pembela islam.  Dipihak lain, Al-Ghazali dipandang sebagai penghambat kemajuan pemikiran umat islam.  Hal ini karena karya Tahafut Al-Falasifah mengakibatkan filsafat islam tidak lagi muncul didunia islam.  Ditambah lagi dengan Tasawufnya yang lebih mengutamakan aspek rasa dan kasuf dari pada pemikiran yang rasional kritis.

Delapan puluh sesudah wafat Al-Ghazali, lahir seorang filsuf muslim didunia barat, bernama ibn Rusyd, berusaha untuk menjawab kritikan Al-Ghazali terhadap filsafat dalam bukunya Tahafut Al-Falasifah. Ia juga memberikan pembahasan yang mendalam antara hubungan antara agama dan filsafat.  Disamping itu, ia belajar ilmu fiqh, ilmu pasti, dan ilmu kedokteran di Svilla kemudian berhenti dan pulang ke Cordova untuk melakukan studi, penelitian, membaca buku, dan menulis.

Jumat, 20 November 2015

Pelantikan Pengurus Putra PP Nurul Islam Pungging Mojokerto

Pergantian Pengurus putra Pondok Pesantren Nurul Islam telah dilaksanakan pada :
Tanggal : 14 Desamber 2015
Jam        : 20.00 s/d 21.30 WIB
Tempat  : Halaman Pondok Pesantren Nurul Islam Pungging Mojokerto
yang di hadiri oleh seluruh dewan guru dan puluhan alumni PP. Nurul Islam Pugging Mojokerto.

Sebut M. Ikhya' Ulumuddin Al Hikam ketua Pengurus baru masa khidmat 2015-2016, santri senior yang dipercayai, dianggap mampu menjadi pimpinan tertinggi di kepengurusan Pondok Pesantren Putra Nurul Islam Pungging Mojokerto dan juga banyak prestasi yang diraihnya, diantaranya :
  1. Juara II Lomba Pidato Bahasa Arab Se-Kabupaten
  2. Juara I Lomba Pidato Bahasa Arab Se-KKM Mojosari
  3. Juara III Lomba Pidato Bahasa Arab Se-Jawatimur
  4. Juara II Lomba Festival Al Banjari Se-Jawatimur
  5. Juara I Lomba Festival Al Banjari Se-Kabupaten
  6. Juara II Lomba Festival Al Banjari Se-Kabupaten
  7. Juara II Lomba Festival Al Banjari Se-Kecamatan
  8. Juara II Lomba Festival Al Banjari Se-Kecamatan
  9. Juara Harapan I Seni Qiro'ah Se-KKM Mojosari
Empat pengurus inti beserta lima bidang akan membantu kinerja pengasuh dalam meendidik dan mengayomi santri diantaranya yaitu :
Ketua :
M. Ikhya' Ulumuddin Al Hikam
Wakil :
Robbi Maulana
Sekretaris :
1. Rizal Al Farizi
2. M. Subiantoro
Bendahara :
1. M. Syafiulloh Al Ghuror
2. M. Al Amin
Bidang Sarana :
1. Wiwi Suprayitno (Koordinator)
2. M. Adam Nurulloh
3. Febri Cahyono
4. A. Haikiki Khoirul Anwar
Bidang Keamanan dan Ketertiban (BIDKAMTIB) :
1. A. Taufik (Koordinator)
2. M. Ziki Bagus Setiawan
3. M. Ilham Muzakki
4. Yusuf Muhammad Zaid
5. M. Syafiuddin Zuhri
6. M. Fatchur Rohman
Pendidikan dan Dakwah (PENDAK) :
1. A. Fauzi (Koordinator)
2. M. Ikmaluddin
3. Yusril Fahmi
4. M. Masrukhan
Bidang Pertamanan dan Kebersihan (PERKEB) :
1. M. Dzul Fadli (Koordinator)
2. M. Purwanto
3. Rahmat Sugianto
4. Doni Andriansyah
Bidang Kesehatan :
1. M. As'ad Samsul Arifin (Koordinator)
2. A. Dikvi Khoiri
3. Aji Rizki Agung
4. Fiki Firmansyah.

Demikian PP. Nurul Islam semoga semakin maju dan bisa mencetak kader-kader yang mampu memberikan inisiator dan motivator terhadap muslimin. amin.

Kamis, 14 Juni 2012

Ziarah Wali Keluarga Besar Pondok Pesantren Nurul Islam


Tanggal 17 Juni 2012, Keluarga besar Nurul Islam akan melaksanakan tour / ziarah ke Makam Wali-wali di Jawa timur. Perjalanan Tour ziarah ini memakan waktu seharian penuh. berangkat pagi dan insyaallah pulang pagi juga keesokan harinya. Tujuan yang akan kami tuju adalah sebanyak 10 makam, diantaranya adalah dari yang terdekat yaitu Makan Syech Jumadil Qubro yang terletak di Trowulan Mojokerto. Biasa di sebut Makam troloyo karena letak desa makam tersebut adalah Troloyo. Selanjutnya akan di lanjutkan ke makam salah satu mantan presiden kita di Jombang yang akrab kita sapa Gus Dur. Nama lengkap beliau KH. Abdurrahman wahid seorang guru besar di kalangan para ulama' dan cendekiawan di indonesia. cerita selanjutnya akan di sambung nanti. maaf ya....

Jumat, 27 April 2012

Profil, Visi, Misi, dan Tujuan MTs NURIS

Madrasah Tsanawiyah Nurul Islam Pungging Mojokerto
Logo Madrasah Tsanawiyah Nurul Islam

PROFILE
Madrasah Tsanawiyah Nurul Islam Pungging Mojokerto didirikan pada Tahun 2010 berbarengan dengen 3 lembaga lainnya yang dibawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Nurul Islam Pungging Mojokerto. Dengan rintisan awal pada kelas tujuh, siswa pada MTs NURIS ini adalah 30 siswa dengan jumlah pengajar atau guru sebanyak 16 pengajar.
MTs. Nurul Islam di kepalai langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam sendiri. yaitu K. Ahmad Siddiq, S.E. dan wakilnya adalah Fathul Yazid, S.Ag.,M.Pd (Wakamad Kurikulum), Abdul Majid S.Pd (Wakamad Kesiswaan), Abdul Shohib, S.Ag (Wakamad Sarana Prasarana), Sri Supriatin S.Pd (Wakamad Humas). Karena pada tahun ini merupakan tahun pertama atau rintisan, jumlah pengajar tidak banyak. Tetapi antusias dan semangat para pengajar sangatlah besar. Wali kelas di pegang oleh Bu Febriyanti, S.Pd.

VISI

"TERWUJUDNYA GENERASI ISLAM YANG TERAMPIL, BERAHLAQUL KARIMAH DAN UNGGUL DALAM PRESTASI"

MISI
  1. Mengembangkan madrasah yang berkultur Islami
  2. Menciptakan pola pembinaan integratif yang memungkinkan peserta didik tumbuh dengan watak kreatif, terampil, mandiri, dedikatif, sekaligus religius.
  3. Menciptakan sistem pembelajaran yang efektif yang memungkinkan siswa meraih prestasi di bidang akademik maupun non-akademik.
  4. Menumbuhkan semangat kebersamaan di antara warga madarasah dalam rangka menjaga kelangsungan dan kemajuan almamaternya.
  5. Menciptakan lingkungan madrasah yang bersih, tertib, indah dan asri dengan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai dan berkelayakan.

TUJUAN PENDIDIKAN MADRASAH

  1. Meningkatkan kultur dan pola hidup yang Islami di lingkungan madrasah
  2. Siswa memiliki perilaku yang baik didasari pada Iman dan Taqwa, Berbudi pekerti yang luhur, disiplin dan kepedulian sosial yang tinggi, mampu Berkompetisi dalam mengembangkan logika, praktika, estetika, dan etika terhadap sekolah lain.
  3. Membekali peserta didik dalam mengkaji kitab kuning sebagai sumber ilmu pengetahuan dan kaidah hukum yang haluan ahlusunah wal jamaanh.
  4. Membekali peserta didik agar memiliki ketrampilan berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi, Berbahasa Inggris aktif serta mampu mengembangkan diri secara mandiri.
  5. Membekali peserta didik dengan keterampilan menjahit dan yang lain yang berbasis keunggulan lokal.
  6. Membekali IPTEK dan IMTAQ agar mampu bersaing dan mampu melanjutkan kejenjang pendidikan yang lebih tinggi, Berbudi pekerti yang luhur, disiplin dan mempunyai kepedulian sosial yang tinggi.
  7. Memiliki SDM Pendidik dan tenaga Kependidikan Berkualiatas dan kultur madrasah yang demokratis,proporsional dan profesional sehingga tumbuh budaya mutu.

Profil, Visi, Misi, dan Tujuan MA NURIS

Madrasah Aliyah Nurul Islam Pungging Mojokerto
Logo Madrasah Aliyah Nurul Islam

POFILE
Madrasah Aliyah Nurul Islam Pungging Mojokerto didirikan pada Tahun 2010 berbarengan dengen 3 lembaga lainnya yang dibawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Nurul Islam Pungging Mojokerto yaitu Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Diniyah dan Pondok Pesantren. Dengan rintisan awal pada kelas sepuluh, siswa pada MA NURIS ini adalah 30 siswa dengan jumlah pengajar atau guru sebanyak 16 pengajar.

MA. Nurul Islam di kepalai langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam sendiri. yaitu K. Ahmad Siddiq, S.E. dan beberapa wakilnya adalah Drs. Muhammad Jamil, MM (Wakamad Kurikulum), Abdul Majid S.Pd (Wakamad Kesiswaan), Drs. Munawar Purnomo putra (Wakamad Sarana Prasarana), Muhammad Sahlan S.Ag.S.Pd (Wakamad Humas). Karena pada tahun ini merupakan tahun pertama atau rintisan, jumlah pengajar tidak banyak. Tetapi antusias dan semangat para pengajar sangatlah besar. Wali kelas di pegang oleh Bu Febriyanti, S.Pd.

VISI
Madrasah pelopor IMTAQ dan IPTEK, teladan dalam pergaulan, dan unggul dalam prestasi

MISI
  1. Melaksanakan Proses Belajar Mengajar yang logis, kritis, terukur dan berorentasi problem solver
  2. Memberi suri tauladan (Uswah Hasanah) dalam sikap dan perilaku kehidupan sehari-hari;
  3. Menerapkan nilai-nilai keagamaan dalam seluruh aspek kegiatan;
  4. Melaksanakan pembinaan kedisiplinan dan keharmonisan warga madrasah;
  5. Melaksanakan kewajiban dengan senang hati dan lillahita’ala.

TUJUAN
  1. Terciptanya warga Madrasah yang disiplin dan berdedikasi.
  2. Terciptanya Proses Belajar Mengajar yang Efektif dan Efisien.
  3. Meningkatnya prestasi Madrasah dan Belajar Siswa.
  4. Tercapainya suasana yang harmonis-Islami antara warga Madrasah dan dengan lingkungannya.
  5. Terciptanya tamatan yang bisa diterima dilembaga pendidikan favorit dan masyarakat lingkungannya

CIRI KHUSUS MADRASAH
  1. Madrasah Aliyah (MA) Nurul Islam  adalah Islamic Boarding School (sekolah Islam berasrama), yang mengkombinasikan antara sistem sekolah dan pesantren, antara pendidikan IPTEK dan pembinaan IMTAQ.
  2. Kurikulum MA Nurul Islam adalah Kurikulum MA Plus, yang terdiri dari:a. Kurikulum SMA/MA (ilmu umum) secara penuh
  3. Kurikulum Pondok Pesantren (ilmu agama dan bahasa Arab)
  4. Bahasa Arab dan bahasa Inggris diusahakan menjadi bahasa percakapan harian dan bahasa pengantar pembelajaran ilmu-ilmu agama (bahasa Arab) dan sebagian ilmu umum (bahasa Inggris).
    Siswa mendapatkan pembinaan selama 24 jam (disekolah dan didalam pesantren) dalam berbagai aktifitas pengembangan diri, baik keagamaan, kegiatan ekstra-kurikuler, kedisiplinan, kepemimpinan, kemandirian, dan ukhuwah Islamiyah.

Rabu, 11 Mei 2011

SALAH SATU PRESTASI NURIS

Alhamdulillah, perjuangan saya tidak sia-sia.” kata sang juara III Olimpiade Matematika dan Potensi Akademik ini.
Tak salah lagi, kini Pondok Pesantren Nurul Islam(PP.NURIS) ini menorehkan pres tasi di bidang  akademik. Pada hari Sabtu tanggal 7 Mei 2011 terselenggara Olimpiade Matematika dan Potensi akademik (Mathematic competition plus Tes Potensi Akademik)  di MAN MOJOSARI yang bekerja sama dengan Lembaga Pendidikan Primagama Cabang Mojosari. Pada acara MAN MOJOSARI ONE DAY OVERVIEW 2011 ini ditujukan bagi para siswa/siswi  tingkat SMP/MTs sederajat se-kabupaten Mojokerto.
Yang mewakili dalam partisipasi acara ini dari PP.NURIS adalah beberapa   dari siswi-siswi MTs. Nurul islam . Yaitu Riki Rani Rara Sakawuni dan Risalatul Mufidah. Tak disangka-sangka salah satu dari mereka menyabet juara III dalam olimpiade ini. Memang  acara ini diadakan secara dadakan dengan maksud/tujuan, juara-juara yang nantinya terpilih adalah pilihan yang mempunyai kekayaan ilmu dalam bidang matematika.
Kedua sosok siswi yang berprestasi ini merupakan suri tauladhan bagi yang lain. Karena kata sang juara ini “Memang manfaat dari ilmu yang kita pelajari ini tidak langsung terasa, di kehidupan kelaklah yang akan memberi manfaat tersendiri bagi kita”. Begitulah kerendahaan para santri NURIS bila menorehkan prestasi. Patut kita contoh dan sebagai semangat dalam dunia pendidikan seperti ini.
Semoga waktu demi waktu PP. NURIS dapat menorehkan prestasi dalam dunia pendidikan di tingkat regional maupun nasional. Amin…..

PENGAJIAN AHAD PON

Kicauan burung meramaikan nuansa di pagi yang angin berembus semilir menyejukkan dengan diiringi mentari yang mengintip malu-malu di ufuk timur, Ahad pagi 10 April 2011. Saat-saat yang telah ditunggu-tunggu oleh semua santri Pondok pesantren Nurul Islam (PP Nuris). Hari ini akan diadakan pengajian rutin Ahad Pon di Masjid Babussalam Jabon tegal Pungging Mojokerto.
Seperti biasa acara dimulai pukul 07.00 dengan seruan sholawat yang di iringi banjari. ditambah alunan suara para santri yang menambah semangat memeriahkan acara ini. Dilanjutkan pukul 09.00 WIB dengan  sholat dhuha yang langsung di pimpin(imam) oleh K.Ahmad siddiq.
Berbeda dengan biasanya bahawa agenda pada hari ini ditambah dengan agenda rapat dan sosialialisasi Penerimaan Santri Baru Pondok Pesantren Nurul Islam. Sesuai dengan yang dihaturkan oleh pengasuh bahwa PP Nuris siap menerima santri baru untuk MTs. MA. Dan MI. tapi untuk MI minimal sudah kelas 3 atau setara dengan kelas 3 SD.
Acara ahad pon kali ini di hadiri beberapa asatidz yang berkiprah mencerdaskan santri-santriwati PP. Nurul Islam yaitu di antaranya Ust. Drs. Muhammad Jamil, MM., Habib Abu bakar Assegaf, Ust. Abdul Kafi, Lc., Ust. Pujiyatno Muhammad, Lc. Ust. Adam Muhammad Hata, Ust.M. Basri Musthofa, Ust. Ahmad Syaifulloh. Berikut adalah tuturan masing-masing amanah beliau.
Ust. Drs. Muhammad Jamil, MM.
(Alumni S2 UNAIR Surabaya)
Berpesan bahwa;
“Pendidikan di indonesia ini tidak seperti yang diharapkan pada awalnya yaitu menciptakan kader yang cerdas dalam intelegensi dan perilaku. Metode pendidikan yang di sajikan di PP NURIS sangatlah sesuai. Yaitu pendidikan berbasis pesantren.”
Ust. Abdul Kafi, Lc.
(Alumni Makkah, Hijaz Arab Saudi)
Beliau menuturkan bahwa;
“Dengan bergabungnya dalam Pendidikan di PP Nuris merasa bangga. Karena menurut pengalaman sukses yang sudah di perolehnya yaitu Mentri Agama Yai Tholhah Hasan yang merupakan rektor UNISMA dan PP Alma’arif. Dulunya beliau menuntut ilmu di pondok yang memprihatinkan, sehingga seperti sekarang beliau sukses. Inti yang dapat kita ambil dari sini seperti peribahasa “berakit-rakit kehulu berenang-renang ketepian, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian”.
Ust. Pujiyatno Muhammad,Lc.
(Alumni Damaskus Syria)
“Untuk alumni PP Nuris yang sudah memenuhi kriteria persyaratan dalam study di Syiria, beliau sanggup membantu dalam akomodasinya. Karena beliau merupakan salah satu kordinator di Indonesia untuk belajar di luar negeri. Pada tahun ini dan tahun mendatang tersedia 27 kuota mahasiswa beasiswa yang dikirim ke Syiria.”
Ust. Adam Muhammad Hata,
(Alumni PP. Darul Ulum Jombang)
“berbangga lah punya kiyai seperti Yai Siddiq ini. Beliau sesosok yang patut kita contoh, cerdas, inovatif dan bisa apa saja dalam dunia pendidikan”.
Ust.M. Basri Musthofa
(Alumni PP. Lirboyo Kediri)
“setelah lulus dari pondok ini ingat 2 hal, pertama niat melarat dan selalu ngadep dampar. Maksudnya hidup ini tidak selamanya seperti yang  sudah kita rencanakan, jadi bila dalam kehidupan nanti kita miskin dalam materi kita tidak perlu mengeluh dan harus selalu membuat pelajaran di setiap kehidupan dan pengalaman yang telah kita alami”.
Ust. Ahmad Syaifulloh
(Alumni PP. Lirboyo Kediri)
“Sebaiknya para santri berbesar hati, karena kedepannya di PP Nuris Ini mempunyai program yang besar dan terlebih lagi mempunyai pengasuh yang ahli export- impor (maksudnya mengimport ustadz dari luar dan export santri ke luar negeri). Saya jadi ingat apa yang menjadi pokok keberhasilan dalam mencari ilmu. Yaitu “supoyo santri ngasilno elmu tur nafek, kudu duweni mempeng 3 yoiku 1 mempeng wong tuwane, 2 mempeng santrine lan 3 mempeng gurune”
Ust. Ahcmad Mu’alimin
(Alumni PP.Lirboyo Kediri)
“Tidak lain tujuan didirikannya pondok pesantren ini adalah menjadikan sampean-sampean semua ini (santri) bisa bermanfaat bagi masyarakat Islam lainnya. Jadi dalam hal apapun dan sekecil apapun ilmu yang diperoleh di sini jangan anggap sepele, pelajarilah dengan sungguh-sungguh. PP. Nuris yang mempunyai program besar ini dimaksudkan agar bila menjadi alumni pada saatnya nanti, yang di rekrut adalah sampean semua ini”.

SURAT KEPUTUSAN(SK) YAYASAN

Alhamdulillahirrobbil‘alamin, puji syukur yang memang pantas kita haturkan setiap saat. Dimana rahmat, taufiq dan hidayah-Nya selalu terlimpahkan kepada kita. Sehingga perjuangan sekecil apapun di pendirian Pondok Pesantren ini telah berjalan dengan yang kita inginkan.
Pada tanggal 24 Februari 2011 sekitar jam 13.00 WIB kami berangkat ke Mojosari. Di Notaris ABDUL ROZAQ.SH tepatnya kami percayakan dalam pembuatan Akta Yayasan Pondok Pesantren Nurul Islam Pungging Mojokerto(YPPIPM). Dalam Akta tersebut bidang pendidikan yang akan kami bina langsung cukup lengkap. Diantaranya mulai PAUD, TK, SD, MI, SMP, MTs, MA, SMA, SMK, Madrasah diniyah dan Perguruan Tinggi. Memang kami sengaja membawahi banyak lembaga pendidikan sesuai yang tercantum tersebut, karena cita-cita kami adalah memaksimalkan pengabdian kami kepada masyarakat khususnya untuk Umat Islam.
Pengurusan Badan Hukum Yayasan Pondok Pesantren Nurul Islam ke Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia (MENKUM-HAM)  selanjutnya dipercayakan kepada Notaris Abdul Rozaq, SH.
Berikut adalah susunan pengurus yayasan :
I. Dewan Pembina    :   
1.    A. Khayat
2.    Siti Fatonah
II. Pengurus Harian    :    
1.     Ketua    : K. A. SIDDIQ, SE.
2.     Sekretaris    : Iman Nuvi Alfian BU, A. Md.
3.     Bendahara    : Muhammad Ikhsan, S.Kom.
III. Dewan Pengawas    :    
1.     Abu Bakar Assegaf
2.     Ir. Faisol

PERSIAPAN DACK COR LANTAI DUA

Alhamdulillahirrobbil’alamin, Puji syukur kita haturkan kepada Allah SWT. Dzat yang Maha Kaya dan berkuasa, pembangunan Pondok Pesantren Nurul Islam  sampai hampir 7 (tujuh) bulan tetap dapat dilaksanakan   walaupun sempat mandek satu bulan lebih. Rentang waktu Bulan Pebruari Pembangunan dikonsentrasikan pada pembuatan pondasi pagar  sepanjang  100 m. hal ini didahulukan karena halaman pondok diurug 60 cm lebih tinggi dari pada tanah sekitar, sementara itu curah hujan masih cukup tinggi sehingga sangat diperlukan pondasi pagar supaya tanah urug tidak tergerus ke sekitar  tatkala hujan turun.
Pembangunan Pondok pesantren Nurul Islam Pungging dimulai lagi pada minggu akhir Bulan April ini dengan konsentrasi pembuatan Duck Cor  lantai dua seluas  551,5 m2  dengan perincian sebagai berikut ;
-    Lantai dua Asrama Santri          = 27 m x 11 m = 297 m2
-    Lantai dua Gedung Sekolah      = 25 m  x 10 m = 250 m2
-    Tandon Air                                = 1,5 m x 3 m  =  4,5 m2
Jumlah luas cor duck                         551,5 m2
-    Pembuatan sepatu dan kolom teras sejumlah 12 buah
Estimasi biaya yang diperlukan sebesar Rp. 250.000.000,- (dua ratus lima puluh juta rupiah)
Pembangunan tahap ketiga ini menggandeng kontraktor/pemborong bangunan yaitu              HM. Toyani. Hal ini diputuskan karena diharapkan pembangunan dapat diselesaikan dalam waktu tiga bulan sehingga pertengahan Bulan Juli  atau Tahun Ajaran Baru 2011/2012  gedung asrama santri dan sekolah sudah dapat ditempati oleh santri-santri baru.
Pembangunan Pondok Pesantren Nurul Islam tahap ketiga ini semoga dapat tuntas sesuai dengan target yang diharapkan. Dukungan dari semua pihak amat kami harapkan baik dukungan yang berupa materi (dana/bahan bangunan) maupun dukungan spiritual do’a restu. Hanya kepada Alloh SWT kami semua bergantung dan hanya kepadanya lah kami  memohon pertolongan  agar  semua rencana mulia dan niat suci ini dapat segera selesai.
Pada Tahun Ajaran 2011-2012 yang segera datang Pondok Pesantren memproyeksikan menerima santri baru minimal  60 santri dengan rincian ; 30 santri tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan 30 santri  tingkat  Madrasah Aliyah (MA). Sementara sarana prasarana yang digunakan PP. NURIS saat ini merupakan aset desa dan milik wali santri dengan akad pinjam dalam waktu 2 (dua) tahun yang kondisinya  jauh dari mencukupi. Fasilitas dan sarana gedung yang kami pinjam saat meliputi ;
1.    2 ruang kelas yang masing-masing digunakan untuk ruang kelas VII MTs dan kelas X MA
2.    1 gedung untuk kantor dan ruang Laboratorium Komputer
3.    2 rumah yang masing-masing digunakan sebagai asrama santri putra dan asrama santri putri
Semua ruangan tersebut saat ini sudah overkapasitas, bahkan rumah untuk santri putra sudah sangat  tidak memadai karena ditempati 70 santri. Dengan kondisi seperti itu maka pada tahun ajaran baru praktis belum dapat kami siapkan. Semoga Alloh SWT. Senantiasa mengawal perjuangan ini dengan rohmat dan ridhonya sehingga fasilitas dan sarana-prasarana yang sangat dibutuhkan pada Tahun Ajaran 2011-2012 betul-betul sudah selesai dan tersedia dengan baik, sehingga santri-santri dapat mengenyam pendidikan dengan sebaik-baiknya, tenang dan nyaman.

ASATIDZ NURIS DARI LUAR NEGERI

PONDOK PESANTREN NURUL ISLAM yang sederhana ini terus meningkatkan kualitas dalam belajar para santrinya. Ini tercermin pada metode pembelajaran serasa di luar negeri, karena beberapa asatidz merupakan lulusan luar negeri.
Dalam edisi sebelumnya telah kami paparkan seorang asatidz yang merupakan lulusan dari luar negeri. Kini kami lanjutkan yaitu dengan biografi Ustadz  Kafi yang merupakan Mutakhorrij (lulusan) luar negeri juga yaitu Universitas Ummul Quro’ Makkah. Beliau mempunyai nama lengkap ABDUL KAFI. Yang sekarang bertempat tinggal di Kecamatan Kutorejo tepatnya di desa Jatilangkung. Di malang dan pada tanggal 12 september 1974 Ustadz kafi di lahirkan. Beliau adalah sosok suri tauladhan yang patut kita contoh, kepribadian yang ramah, lembut, sopan dan ilmu yang disampaikan selalu di amalkan.
Dalam dunia pendidikan beliau telah ikut andil. Tepatnya di Al Ma’had Nurul Islam pungging. Beliau mengajar salah satu ilmu untuk mempelajari alquran, yaitu nahwu. Beliau mempraktikkan pengajaran yang telah beliau alami selama di luar negeri dulu. Sikap disiplin, ketepatan metode pembelajaran dan cara-cara belajar yang sesuai dengan pribadi para santri. Itu semua adalah pendidikan yang bertaraf internasional yang diterapkan di pp nuris oleh beliau. Ust.Kafi selalu berusaha meningkatkan motivasi belajar para santri bilamana mereka merasa jenuh dalam belajar. Dan terus meningkatkan sifat optimis dalam mencapai suatu keberhasilan.
Dengan adanya sesosok ustadz yang merupakan lulusan luarnegeri, salah satunya  adalah Ust.Kafi. wawasan para santri terus bertambah di bidang Nahwu. Para santri terus menerapkan pelajaran-pelajaran yang telah diberikan beliau dalam bidang apapun. Ini adalah sebuah inspiras yang sangat amazing untuk para santri.
Semoga cita-cita dan jasa mulia beliau selalu di iringi dengan kebarokahan Allah SWT dan selalu menjadi seorang yang mulia di sisi Allah SWT. Amiin